Se Sederhana Mimpiku
Minggu ini aku dapet tugas dari dosen bahasa inggris untuk menulis mimpi-mimpiku, segala sesuatu apapun itu yang ingin aku capai, tentu saja dalm bahasa inggris 1 halam folio full.Sebenarnya yang jadi masalah bukan bahasa inggrisnya, tapi mimpiku, aku tidak mempunyai banyak mimpi. aku pun belum tau dan belum memikirkan ketika sudah lulus kuliah nanti mau kemana? mau kerja apa? aku bisa apa? seakan menjalani hari-hari tanpa tujuan, yang penting hari ini dan besok aku bahagia. enggan memikirkan masalah apa yang akan datang nanti. Karna masalah tidak perlu ditunggu pun datang sendiri, dan ketika masalah itu datang mau tidak mau aku harus menghadapinya, menyelesakannya. Dan disitulah aku belajar, belajar dari setiap masalah, menyelesaikannnya.
Dosenku menyuruh mahasiswanya menuliskan mimpinya, karena saat dulu dosenku juga pernah melakukan itu, tapi kalau dosenku itu inisatif dirinya sendiri. ketika dia menuliskannya dia tidak menyangka sama sekali jika satu-perasatu mimpinya menjadi kenyataan. Tidak hanya dosenku yang melakukan itu, tapi kakak tingkatku juga pernah melakukan itu. Ketika mimpi-mimpi itu kita tulis, kita bisa melihatnya setiap saat, kita terus mengingatnya, dan termotivasi untuk mewujudkannya. Aku rasa seperti itu prosesnya, sampai mimpi itu bisa terwujud.
Mimpiku ini sederhana, aku ingin cepat lulus kuliah, lalu kerja di tempat yang nyaman, yang gajinnya cukup bisa menghidupi dan membahagiakan keluargaku dan menyekolahkan adiku, lalu menikah dan memiliki 2 anak, hidup bahagia dengan keluargaku sampai tua.
Aku tidak perduli berapa ipk ku ketika lulus nanti, yang penting dapat kerja. Dan tidak perduli dimana aku bekerja nanti yang penting tempat kerjanya nyaman. Dan tidak perduli sebesar apa gajinya yang penting cukup. Ketika 1 mimpi-mimpi seseorang telah terwujud, mimipi yang lain akan muncul... dan mimpi itu tidak akan pernah habis.


Komentar
Posting Komentar