Harta Ini Hanya Bermanfaat Selama Kamu Hidup, Jangan Lupakan Orang-orang di Sekitarmu.

Semua yang kamu, aku, kami, kalian, kita punya ini hanyalah titipan dari Allah, dan sadarkah kamu kalau kita juga termasuk titipan itu yang kapan pun yang namanya titipan itu bisa di ambil oleh yang punya. Apa saja yang Ia titipkan ke kita, itu bisa berupa anak, suami, keluarga, dan harta.

Harta, karena harta bisa perang saudara, karena harta orang-orang menjadi serakah, karena harta manusia jadi lupa kalau dia dan harta itu hanyalah titipan. Karena sibuk mencari harta, karena sibuk menumpuk harta, orang-orang lupa apa tujuan mereka hidup, apa yang membuat hidup mereka tenang, dan orang-orang menganggap dirinya akan hidup 1000 tahun di dunia, karna harta yang mereka cari sepertinya belum juga cukup.

Batasan cukup untuk harta, untuk orang-orang yang serakah, apakah bagi mereka masih ada batasan cukup untuk mencari dan menumpuk harta mereka. Walaupun sudah banyak, buat mereka itu tidak akan cukup, sebenarnya sebarapa lama mereka (orang serakah) kira mereka akan hidup. Sadarlah, kita tidak akan selamanya di dunia. Untuk siapa kamu menumpuk-numpuk harta itu, untuk cicit-cicit mu? Apa yang cicit-cicit mu berikan kepadamu, apakah mereka mendoakan mu? Apakah mereka akan ingat dengan mu? Bagaimana mereka bisa ingat dengan mu, sedang kamu melupakan siapa yang memberikan harta itu pada mu, sedang kamu lupa oleh siapa kamu di ciptakan, karna kamu sibuk menacari dan menupuk hartamu. Kamu pikir cicit-cicit mu akan ingat denganmu? Mereka juga akan sibuk menjaga harta mu, mereka juga tidak akan sempat mengingatmu, bagaimana mereka akan mendoakan mu. yang kamu butuhkan di dunia yang kekal nanti itu adalah doa mereka, dan amalan-amalan mu, bukan hartamu, hartamu hanya menemani kamu selama hidup, tidak akan mengikutimu ke akhirat.

Kadang orang yang serakah itu, menghalalkan segala cara. Apa yang mereka fikirkan sebenarnya? Untuk apa harta sebanyak itu? untuk siapa? Kadang ada pula karna harta, anak lupa dengan orang tuanya. Orang tua lah yang membesarkan kita, yang membuat kita suskes menjadi kaya raya, yang mebuat kita menjadi pintar karna disekolahkan oleh orang tua kita, dia yang meralakan dirinya lapar untuk membuat anaknya kenyang. Tapi banyak di luar sana ketika si anak sudah kaya raya, tapi orang tuanya tidak kecipratan sedikitpun hasil kesuksesan anaknya. Kenapa kamu lupa? Kamu bisa begini seperti sekarang karna doa orang tuamu, karna kesabarannya, karna kegigihan dan kasih sayangnya kepadamu. Jangan terlalu sibuk menacari harta, aku hanya kasihan melihat orang-orang yang seperti itu, yang selalu sibuk. Mereka yang sibuk itu tidak sempat menikmati indahnya kasih sayang, berbagi, tertawa bersama, indahnya ketika keluarga berkumpul berbagi cerita, indahnya ketika sedang tertawa canda dengan tetangga, indahnya melihat senyum dari anak-anak yatim, senyum orang tua kita ketika kita ada untuk mereka, dan indahnya ketika hati ini tenang tanpa takut harus kehilangan harta.

Bukanlah harta yang banyak yang membuat mu tenang. Tapi harta yang cukup. Ketika kamu memiliki harta ingatlah itu hanyalah titipan dari-Nya. Ingatlah dengan-Nya, mungkin jika Allah memberimu harta yang lebih, dia ingin kamu berbagi, lihat disekitarmu diantara mereka ada yang sedang membutuhkan. Kebahagian mu akan tercipta sendiri ketika orang-orang disekitarmu juga bahagia, ketika orang-orang disekitarmu juga menyayangimu, bukan iri dan dengki terhadap kekayaan kita. Mereka akan menyangimu karena kebaikanmu, karena kepedulianmu dengan sesame, karena kamu selelu ingat untuk berbagi.Karna kamu ingat Tuhan mu, maka kamu ingat mereka. Karna kebaikanmu, mereka mengingatmu, karna mereka mengingatmu, mereka mendoakanmu lalu mereka mengingat Tuhan nya. Jangan kau sibukan dirimu sendiri, lihatlah orang di sekitar mu. Lihat di sekliling mu. Nikmatnya hidup ini jika kamu dan orang-orang itu tertawa bahagia bersama. Tertawa, tersenyum dengan segala rasa syukur atas nikmat-Nya. Aku bukanlah orang yang sempurna, dan bukan pula orang yang tidak doyan dengan harta.

Aku juga manusia biasa yang butuh harta untuk aku hidup, tapi disini yang berbeda adalah bagaimana kita menyikapi rasa syukur dan cukup untuk harta itu, dan bagaimana kamu memandang orang-orang disekitarmu yang sedang kesusahan. Aku hanya kasihan dengan orang-orang yang sibuk menumpuk harta, sekan mereka tidak punya wakt menikmati indahnya hidup di dunia, seakan mereka tidak mempunyai waktu tenang, karena hidup ini hanya sebentar, sangat menyedihakan jika kamu hanya sibuk tanpa melihat sekelilingmu.

Aku pernah mendengar dari dosen ku, orang islam itu harus kaya. Karna jika tidak, kita tidak bisa pergi naik haji, kita tidak bisa bersedekah, kita tidak bisa membayar zakat, dan kita juga tidak bisa berbagi dengan anak yatim. Tapi aku juga tidak ingin karna harta, perpecahan terjadi, perebutan harta antar saudara, iri, dengki, permusuhan. Aku hanya ingin, kita merasa cukup dengan apa yang kita [unya sekarang, jika yang saat ini kurang, percaya lah, Allah akan membantu mu mati kelaparan ketika kamu masih bertawakal kepadanya. Dan percayalah Allah akan selalu mendengarkan doa mu, akan mengabulkannya.

Tulisan ini aku buat karena aku perduli dengan kalian, agar kalian ingat, agar kalian semakin peka. Semoga ini bermanfaat dan bisa mengetuk pintu orang-orang yang sibuk mencari dan menumpuk harta untuk dirinya sendiri.

Komentar

Postingan Populer